Membatik Massal, Pecahkan Rekor MURI

batik

UNTUK semakin mengukuhkan batik sebagai warisan bangsa, perlu apresiasi khusus atas kain tradisional Tanah Air tersebut. Salah satunya, melalui acara membatik massal yang diselenggarakan  Sevilla International School dan Yayasan Batik Indonesia.

Acara yang diikuti semua usia, dari anak TK hingga dewasa diadakan dengan cara membatik di atas kain putih yang telah digambar dengan pensil. Sebanyak 1.607 Orang berkumpul membuat kelompok-kelompok kecil. Lalu, mengerubungi kompor kecil dengan wajan kecil yang berisi malam. Satu persatu, canting dicelupkan ke malam yang telah mencair.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kecintaan kami terhadap batik, sekaligus sebagai upaya untuk mengangkat kesadaran generasi muda terhadap batik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia,” kata Presiden Direktur Sevilla International School Sudhamek AWS dalam acara membatik massal di Jalan Pacuan Kuda, Pulo Mas, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2009).

“Kegiatan ini juga dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap batik sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman berbeda kepada para siswa. Apalagi, mayoritas siswa Sevilla Internastional School berasal dari berbagai latar belakang budaya,” lanjutnya.

Senada dengan Sudhamek, Wakil Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Sri Murniati Widodo pun menganggap positif acara ini. Sebab, dengan mengetahui cara membatik dapat memuluskan langkah anak bangsa memcintai budayanya sendiri.

“Indonesia itu kaya akan budaya, terlihat dari corak dan ragam batik yang berbeda di setiap daerah. Setiap corak atau motif memiliki simbol dan cerita tersendiri. Kami senang mendapatkan kesempatan untuk lebih mengenalkan batik, terutama di kalangan anak muda. Batik ini harus dilestarikan karena batik merupakan budaya Indonesia. Dan batik itu bukanlah bendanya, tetapi prosesnya, dengan memakai canting dan lilin,” paparnya.

Dalam acara membatik massal ini, turut hadir Akbar Tandjung sebagai penggiat budaya yang telah berhasil memopulerkan wisata Kampung Batik di Solo.

“Sudah semestinya batik menjadi bagian dari jiwa Indonesia. Karena batik merupakan ekspresi jiwa budaya Indonesia,” ungkap Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar itu.

Selain mengikuti acara serupa, Akbar juga mengimbau kepada masyarakat untuk memakai batik dalam keseharian.

“Upaya hari wajib batik di kantor sudah baik. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan kemudahan ekspor. Daerah sentra-sentra batik dipromosikan sebagai tujuan wisata,” imbuhnya.

Dengan dilangsungkannya acara membatik massal itu, maka berhasil memecahkan penghargaan rekor MURI yang diserahkan langsung oleh Jaya Suprana.

“Ternyata, prestasi yang ditorehkan sudah sangat baik. Rekor ini, bukan rekor Indonesia, melainkan rekor dunia,” tutur Jaya.

Rencananya, selain acara batik ini ada pagelaran batik. Ada fashion show dari Ferry Salim, Ersa Syarif, Jean Pattikawa, serta Ayu Dyah Pasha.

sumber : okezone.com

Satu Tanggapan to “Membatik Massal, Pecahkan Rekor MURI”

  1. yg penting pelestariannya juga jalan terus…rekor hanya seremonial..tetapi pelestarian pembuatan terutama, masih kurang di negri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: